Potensi Kebun
Teh Pagar Alam sebagai Ekowisata
Atraksi
Gunung Dempo merupakan puncak
tertinggi di wilayah Sumatera Selatan. Terletak di Kabupaten Pagaralam, yang
berjarak sekitar 300 km dari pusat Kota Palembang, atau membutuhkan waktu
sekitar 8 jam perjalanan darat, Gunung Dempo menawarkan panorama pemandangan
yang indah. Hamparan ladang petani dan hijaunya kebun teh menjadikan Gunung
Dempo layaknya bidadari bagi pariwisata Sumatera Selatan.
Dari kejauhan, hamparan hijau
kebun teh yang berada di kaki Gunung Dempo sesekali tertutup kabut. Menuju ke
lokasi menggunakan akses jalan utama, menghabiskan waktu hanya sekitar 15
menit. Jalan yang berkelok dan terjal tersebut bisa dilalui oleh kendaran roda
dua maupun mobil. Pendopo besar menandai puncak kebun teh, dari tempat ini
pengunjung bisa melihat Kabupaten Pagaralam dari kejauhan dan melihat kebun teh
dari dekat.
Kebun Teh Pagaralam sendiri
berada pada ketinggian sekitar 1520 meter di atas permukaan laut. Kebun teh ini
dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VII. PTPN VII merupakan perusahaan BUMN
yang unit kerjanya terfokus pada agribisnis dan perkebunan. Selain teh,
perusahaan BUMN ini juga mengelola perkebunan lain seperti tebu, karet, dan
kelapa sawit.
Menurut data yang dilansir
website PTPN VII, Kebun Teh Pagaralam memiliki luas puluhan ribu hektar. Volume
penjualannya mencapai ribuan ton per tahun, yang trendnya selalu meningkat dari
tahun ke tahun. Setengah hasil Kebun Teh Pagaralam digunakan untuk kebutuhan
dalam negeri, sebagian lagi diekspor ke luar negeri. Selain terkenal dengan
kopi robusta, Pagaralam juga salah satu penghasil teh unggulan di Indonesia.
Transportasi
Gunung Dempo terletak sekitar 310 km sebelah barat Kota
Palembang. Untuk mencapai gunung ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi
atau bus menuju ke Kota Pagar Alam dengan waktu tempuh sekitar 7 jam dan
setelah sampai di kaki gunung di sediakan peninapan disana.
Disini
saya mau membuat atau merencanakan jenis transportasi dari kebun teh ke puncak
rimau yaitu point tempat melihat pemandangan hamparan kebun teh . Transportasi
yang termasuk di ekowisata yang bisa di pakai untuk ke puncak yaitu sepeda dan
andong karna suasana di PagarAlam masih alami dan sejuk sangat tepat untuk
berolahraga menggunakan sepeda tetapi buat orang tua atau anak-anak yang tidak
sanggup menggunakan sepeda bisa juga menggunakan andong sebagai gantinya.
Akomodasi
Akomodasi yang tersedia di kebun teh pagaralam ini sudah
sangat memadai sudah tersedia beberapa villa yang terbuat dari kayu dan ada
juga yang dari semen dan ada juga beberapa restaurant dan warung-warung kecil.
Konsumsi
Lokasi kebun teh PagarAlam tidak terlalu jauh dari kota dan
membuat makanan yang yang ada di tempat wisata ini kebanyakan sama jenisnya
dengan makanan yang ada di perkotaan seperti minuman botol maupun mi instan.
Dilihat dari makanan yang disajikan maka dapat diketahui bahwa kebun teh
PagarAlam belum berbasis Ekowisata karena masih memilih makanan yang
berpengawet. Seharusnya tempat wisata Kebun teh PagarAlam harusnya menyajikan
makanan makanan yang ramah lingkungan serta lebih sehat untuk tubuh manusia.
Disini
saya merencanakan atau mengusulkan untuk menjual makanan khas pagaralam yaitu
lemang ,lemang yaitu ketan yang berisi daging ayam yang di balut dengan daun
pisang dan di masukan dalam bambu lalu di bakar atau bisa menjual pempek yaitu
makanan khas palembang yang terbuat dari ikan karna di kota Palembang memiliki
sungai yang sangat luas dan kaya akan ikan sungainya dan untuk minumannya bisa
memanfaatkan hasil daerah PagarAlam itu sendiri yaitu teh dan kopi.











