Rabu, 15 Maret 2017

ekowisata

Potensi Kebun Teh Pagar Alam sebagai Ekowisata

Atraksi
Gunung Dempo merupakan puncak tertinggi di wilayah Sumatera Selatan. Terletak di Kabupaten Pagaralam, yang berjarak sekitar 300 km dari pusat Kota Palembang, atau membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan darat, Gunung Dempo menawarkan panorama pemandangan yang indah. Hamparan ladang petani dan hijaunya kebun teh menjadikan Gunung Dempo layaknya bidadari bagi pariwisata Sumatera Selatan.
Dari kejauhan, hamparan hijau kebun teh yang berada di kaki Gunung Dempo sesekali tertutup kabut. Menuju ke lokasi menggunakan akses jalan utama, menghabiskan waktu hanya sekitar 15 menit. Jalan yang berkelok dan terjal tersebut bisa dilalui oleh kendaran roda dua maupun mobil. Pendopo besar menandai puncak kebun teh, dari tempat ini pengunjung bisa melihat Kabupaten Pagaralam dari kejauhan dan melihat kebun teh dari dekat.
Kebun Teh Pagaralam sendiri berada pada ketinggian sekitar 1520 meter di atas permukaan laut. Kebun teh ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VII. PTPN VII merupakan perusahaan BUMN yang unit kerjanya terfokus pada agribisnis dan perkebunan. Selain teh, perusahaan BUMN ini juga mengelola perkebunan lain seperti tebu, karet, dan kelapa sawit.
Menurut data yang dilansir website PTPN VII, Kebun Teh Pagaralam memiliki luas puluhan ribu hektar. Volume penjualannya mencapai ribuan ton per tahun, yang trendnya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Setengah hasil Kebun Teh Pagaralam digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian lagi diekspor ke luar negeri. Selain terkenal dengan kopi robusta, Pagaralam juga salah satu penghasil teh unggulan di Indonesia.
Transportasi
Gunung Dempo terletak sekitar 310 km sebelah barat Kota Palembang. Untuk mencapai gunung ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus menuju ke Kota Pagar Alam dengan waktu tempuh sekitar 7 jam dan setelah sampai di kaki gunung di sediakan peninapan disana.
                Disini saya mau membuat atau merencanakan jenis transportasi dari kebun teh ke puncak rimau yaitu point tempat melihat pemandangan hamparan kebun teh . Transportasi yang termasuk di ekowisata yang bisa di pakai untuk ke puncak yaitu sepeda dan andong karna suasana di PagarAlam masih alami dan sejuk sangat tepat untuk berolahraga menggunakan sepeda tetapi buat orang tua atau anak-anak yang tidak sanggup menggunakan sepeda bisa juga menggunakan andong sebagai gantinya.



Akomodasi
Akomodasi yang tersedia di kebun teh pagaralam ini sudah sangat memadai sudah tersedia beberapa villa yang terbuat dari kayu dan ada juga yang dari semen dan ada juga beberapa restaurant dan warung-warung kecil.
Konsumsi
Lokasi kebun teh PagarAlam tidak terlalu jauh dari kota dan membuat makanan yang yang ada di tempat wisata ini kebanyakan sama jenisnya dengan makanan yang ada di perkotaan seperti minuman botol maupun mi instan. Dilihat dari makanan yang disajikan maka dapat diketahui bahwa kebun teh PagarAlam belum berbasis Ekowisata karena masih memilih makanan yang berpengawet. Seharusnya tempat wisata Kebun teh PagarAlam harusnya menyajikan makanan makanan yang ramah lingkungan serta lebih sehat untuk tubuh manusia.

                Disini saya merencanakan atau mengusulkan untuk menjual makanan khas pagaralam yaitu lemang ,lemang yaitu ketan yang berisi daging ayam yang di balut dengan daun pisang dan di masukan dalam bambu lalu di bakar atau bisa menjual pempek yaitu makanan khas palembang yang terbuat dari ikan karna di kota Palembang memiliki sungai yang sangat luas dan kaya akan ikan sungainya dan untuk minumannya bisa memanfaatkan hasil daerah PagarAlam itu sendiri yaitu teh dan kopi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar